PotretNews.com Minggu 09 Agustus 2020
Home >  Berita >  Riau

Dinobatkan sebagai Individu Berjasa terhadap Pembangunan Kesehatan, Bupati Inhil Komit Galakkan Program Indonesia Bebas Pasung

Rabu, 22 November 2017 10:23 WIB
Advertorial
dinobatkan-sebagai-individu-berjasa-terhadap-pembangunan-kesehatan-bupati-inhil-komit-galakkan Penghargaan yang diterima Bupati Indragiri Hilir HM Wardan dari Kemenkes sebagai individu yang berjasa terhadap pembangunan kesehatan, Kamis (9/11/2017).
TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau HM Wardan menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), sebagai individu yang berjasa terhadap pembangunan kesehatan, Kamis (9/11/2017) silam.
Bersama Bupati Lamongan Jawa Timur H Fadeli, HM Wardan menjadi salah satu kepala daerah dari 512 Kepala Daerah se-Indonesia yang menerima penghargaan atas komitmennya dalam penggalakan program Indonesia Bebas Pasung.

Penghargaan yang diserahkan Kementerian Kesehatan RI kepada Bupati Inhil tersebut diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Inhil Zainal Arifin, yang mewakili bupati pada saat pelaksanaan kegiatan Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri bersempena dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-53 tahun 2017.

Zainal Arifin mengatakan, pemberian penghargaan oleh Kemenkes RI tersebut didasarkan pada penilaian terhadap keseriusan Bupati Inhil dalam mendukung jalannya program Indonesia Bebas Pasung. Pencanangan program tersebut, menurutnya, dilatarbelakangi karena semakin meningkatnya tindakan pasung di Indonesia.

”Ada sekitar 50 ribu orang yang mengalami pasung di Indonesia. Untuk di Inhil, saat ini memang terjadi penurunan orang bebas pasung yang sangat signifikan. Jika pada 2014 lalu tercatat ada 165 orang yang dipasung, saat ini hanya tinggal 13 orang saja,” jelas Zainal.

Dikatakan Zainal, penurunan yang signifikan ini berkat keseriusan penanganan yang dilakukan. Bupati melalui instansi terkait melakukan inventarisasi dan segera mencarikan solusi atas persoalan pasung yang ditemui.

”Awalnya kita diperintahkan untuk mendata jumlah orang yang dipasung. Dari data inilah kita berangsur-angsur merujuk satu per satu orang ini agar dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru,” ujarnya.

Disampaikan Zainal, penerapan pola antar jemput ke Rumah Sakit Jiwa, bagi orang dengan gangguan jiwa yang mendapat tindakan pasung, juga menjadi salah satu pertimbangan Bupati Wardan berhak menerima penghargaan tersebut.

”Jika pasien itu sudah sembuh, dokter yang mengawal pasien akan langsung menjemput. Dan yang terpenting, seluruh biaya mulai dari memeriksa, merujuk ke Rumah Sakit Jiwa dan menjemput kembali dikala sehat, ditanggung oleh APBD Inhil,” jelas Zainal.

Selain pola antar jemput ke Rumah Sakit Jiwa, Zainal juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Kesehatan juga telah menyediakan Pos Pelayanan Terpadu bagi orang dengan gangguan jiwa (Posyandu ODGJ) di beberapa Puskesmas.

Bersempena dengan Perayaan Hari Kesehatan Nasional Ke-53 tahun 2017 ini, pihaknya akan kembali merujuk pasien ODGJ ke Rumah Sakit Jiwa, Pekanbaru. ”Dengan mengirim kembali pasien itu pada HKN nanti, maka kita tinggal 9 orang saja di seluruh Inhil yang masih dipasung,” tutup Zainal Arifin. (adv/diskominfo/suf)

       
        Loading...    
           
Loading...
www www