Home > Berita > Riau

Bupati Inhil: Gerakan Pramuka Harus Tetap Konsisten dan Fokus Mendidik Kaum Muda

Senin, 23 Oktober 2017 22:06 WIB
Advertorial
bupati-inhil-gerakan-pramuka-harus-tetap-konsisten-dan-fokus-mendidik-kaum-mudaBupati Inhil HM Wardan menyematkan tanda penghargaan bagi para anggota dewasa Gerakan Pramuka Inhil karena kepatuhan, ketekunan, kerajinan dan kesungguhannya.
TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau HM Wardan, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Inhil memimpin apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Pramuka  di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Senin (23/10/2017).
Sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Dr Adhyaksa Dault SH MSi,yang dibacakan oleh Bupati Inhil menceritakan sepenggal kisah tentang cikal-bakal lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia.

Gerakan Pramuka Indonesia, menurut Adhyaksa, berasal dari Gerakan Kepanduan yang telah ada sejak masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1912 dengan nama kelompok, baik berdasarkan nama etnik maupun keagamaan.

”Jadi, sudah 105 tahun eksistensinya di Indonesia. Namun, yang penting untuk dipahami bahwa filosofi dan nilai-nilai kepramukaan digali dari bangsa dan kebudayaan Indonesia, yang bersamaan waktunya dengan berkembangnya gerakan kepanduan dunia yang dirintis oleh Sir Baden Powell di Inggris,” ujar bupati.

Dikatakan, Presiden Sukarno melihat potensi dan militansi Kepanduan yang perlu dipupuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semangat persatuan dan kesatuan, Bung Karno menyatukan organisasi-organisasi kepanduan itu menjadi Gerakan Pramuka dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961.

”Gerakan Pramuka merupakan penyatuan dari 60 organisasi kepanduan untuk dapat menjadi perekat bangsa. Presiden Soekarno telah menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 yang berpesan bahwa Gerakan Pramuka berfungsi untuk membina dan memantapkan karakter kaum muda Indonesia,” papar Bupati Wardan.

Dengan mengusung tema Hari Pramuka Ke-56 tahun 2017, yaitu ”Bekerja untuk kaum muda, mewariskan yang terbaik bagi bangsa”. Wardan mengatakan, hal ini mengindikasikan bahwa Gerakan Pramuka tetap konsisten dan fokus dalam mendidik kaum muda, sehingga menjadikan kaum muda yang berkarakter. Diharapkan melalui berbagai kegiatan, lebih melibatkan kaum muda untuk mewariskan yang terbaik bagi bangsa. Terutama menyiapkan generasi milenial, untuk menjadi pemimpin terbaik bagi bangsanya.

”Pembangunan karakter bangsa menjadi fokus bangsa kita, kini dan ke depan. Pembangunan sumber daya manusia harus sejalan dengan pembangunan fisik, karena kunci keberhasilan pembangunan bangsa terletak pada sumber daya yang berkualitas. Ketika Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-100 tahun 2045, diantara generasi milenial yang aktif menjadi Pramuka, kelak akan menjadi pemimpin negeri ini,” ujar bupati.

”Peranan keluarga sebagai pelaku pendidik informal yang dilakukan oleh orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting. Sementara, persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah, maka menjadi penting peranan Gerakan Pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang sering terjadi dewasa ini,” jelas Bupati Wardan.

Pada apel besar Peringatan Hari Pramuka Ke-56 di Kabupaten Inhil ini, tampak hadir Kapolres AKBP Dolifar Manurung, Kasdim 0314/Inhil, Ketua Komisi II DPRD Inhil Ir Junaidi AN dan Ketua Gerakan Pramuka Kabupaten Inhil, Junaidi serta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Pada kegiatan Peringatan Hari Pramuka Ke-56 yang jatuh setiap tanggal 14 Agustus, juga dilakukan penyerahan Penghargaan Panca Warsa bagi para anggota dewasa Gerakan Pramuka Inhil dari Kwartir Pramuka Provinsi Riau yang menandai kepatuhan, ketekunan, kerajinan dan kesungguhan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

Dalam kegiatan ini, juga disemarakkan dengan senam semaphore serentak yang diikuti oleh 400 anggota Gerakan Pramuka Inhil. Dan, perbedaan juga tampak pada Peringatan Hari Pramuka Ke-56 ini, yaitu petugas apel besar adalah anggota Pramuka perempuan. (adv/diskominfo/suf)

wwwwww