PotretNews.com Rabu 21 November 2018

BNPB Klaim Luas Hutan dan Lahan yang Terbakar Menurun Setiap Tahun

BNPB Klaim Luas Hutan dan Lahan yang Terbakar Menurun Setiap Tahun

Simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Siak, Riau. (foto: antara)

Kamis, 22 Juni 2017 16:20 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 15.983 hektar hingga Juni 2017.Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menuturkan luas lahan terbakar terus menurun setiap tahun. Pada 2015, luas lahan terbakar mencapai 2,61 juta hektare. Selanjutnya pada 2016 seluas 438.000 hektar.

"Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari 15.983 hektar hutan dan lahan yang terbakar pada 2017 terdapat di lahan gambut 5.922 hektar dan tanah mineral 10.061 hektar," kata Sutopo melalui keterangan tertulis, Kamis (22/6/2017), dilansir potretnews.com dari bisnis.com.

Menurunnya luas lahan yang terbakar juga terlihat dari titik api pencitraan satelit. Berdasarkan data satelit Modis (Terra Aqua) pada 2016 tercatat terdapat 1.917 titik api hingga akhir 2016. Saat ini dilaporkan hotspot di seluruh wilayah Indonesia menurun di 1.681 titik.

Ads
Dia mengatakan untuk mengefektifkan pencegahan dan penanggulangan karhutla, BNPB juga telah mengerahkan 12 helikopter water bombing dan 2 pesawat hujan buatan untuk di tiga provinsi Sumatra dan Jawa. Perinciannya enam helikopter water bombing ditempatkan di Riau.

Di Sumatra Selatan dioperasikan tiga helikopter water bombing jenis MI-17 dan Bolkow, dan dua pesawat terbang Casa 212 untuk hujan buatan. Sedangkan di Kalimantan Barat, dioperasikan tiga helikopter jenis Bel-214B, MI-8 dan Kamov yang berkapasitas 3.000 – 5.000 liter.

Pengerahan 12 helikopter water bombing dan dua pesawat hujan buatan merupakan salah satu dari strategi operasi penanggulangan karhutla. Ada lima strategi yaitu operasi pemadaman di darat, operasi pemadaman undara, operasi penegakan hukum, operasi pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Pemerintahan, Umum, Riau
wwwwww