PotretNews.com Minggu 28 Mei 2017
Home >  Berita >  Hukrim

Kasus Korupsi Dana Tak Terduga di Pelalawan Naik ke Tahap Penyidikan, 40 Orang Sudah Diperiksa Termasuk Sejumlah Birokrat

Kasus Korupsi Dana Tak Terduga di Pelalawan Naik ke Tahap Penyidikan, 40 Orang Sudah Diperiksa Termasuk Sejumlah Birokrat

Ilustrasi.

Jum'at, 19 Mei 2017 18:52 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Dugaan penyelewengan dana tak terduga di Pemkab Pelalawan, Provinsi Riau terus digesa pengusutannya oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Kejaksaan bahkan sudah menaikkan statusnya ke tahap penyidikan.Dapat diartikan, korupsi anggaran yang harusnya disebut-sebut untuk keperluan tanggap darurat ini diduga memang disalahgunakan demi kepentingan lainnya. Penyidik sampai saat ini sedang fokus menyelesaikan pemeriksaan terhadap alat bukti, untuk membuat terang kasus itu.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Sugeng Riyanta, Jumat (19/5/2017) siang mengatakan, hingga saat ini sudah ada 40 orang saksi yang sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik, dalam mengusut dugaan penyelewengan dana itu.

"Sudah dalam tahap penyidikan, untuk saksi sudah sekira 40 orang yang diperiksa. Sejauh ini belum selesai pemeriksaan alat buktinya. Jadi jalan terus, secepatnya," kata Sugeng Riyanta, dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Ads
Sebanyak 40 orang saksi yang dimintai keterangannya ini antara lain dari sejumlah birokrat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Selain mereka, tutur mantan Kajari Mukomuko tersebut, ada pula dari pihak luar (sipil non-ASN, red).

"Untuk penetapan tersangka belum ada," ucap Sugeng saat ditanyai terkait apakah sudah ada yang resmi menyandang tersangka dalam kasus yang bergulir pada tahun 2012 silam tersebut.

Sebelumnya, Kejati Riau turut menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam proses penyelidikannya. "Kita gandeng BPK dalam prosesnya, karena temuan ini berawal dari sana. Jumlah kerugian negara dalam kasus ini sedang diproses (penghitungan, red)," ungkapnya waktu lalu. ***

Editor:
Hanafi Adrian

loading...
Kategori : Hukrim, Umum, Pelalawan, Riau
www www