PotretNews.com Selasa 22 September 2020

Warga Dusun Semaram Inhil Mengadu ke Anggota Dewan Usai Diteror Puluhan Orang Bersenjata Tajam

Senin, 08 Mei 2017 05:48 WIB
Advertorial
warga-dusun-semaram-inhil-mengadu-ke-anggota-dewan-usai-diteror-puluhan-orang-bersenjata-tajamWarga saat mengadu ke DPRD Inhil.
TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Rabu (3/5/2017) sore, sejumlah perwakilan masyarakat Dusun Semaram Desa Sekayan Kecamatan Kemuning mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau.
Kedatangan masyarakat yang didampingi oleh Soaduon Sitorus, Ketua Umum Yayasan Restorasi Ekosistem Hutan Mikro Inisiatif (REHMI) Indonesia ini disambut oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil Yusuf Said didampingi Bambang Irawan dan Fadli.

Kepada wakil rakyat itu, Soaduon Sitorus mewakili masyarakat menyampaikan keresahan masyarakat Dusun Semaram yang ketakutan setelah menerima ancaman lebih sekelompok orang yang berjumlah 80 orang mewakili Gendone Baho, pemilik perkebunan besar di daerah tersebut yang mengklaim bahwa kebun dan daerah tempat tinggal masyarakat sebagai miliknya.

80 orang dengan senjata tajam mengancam bahkan sempat memukul sebagian warga Dusun Semaram. Tidak hanya itu, aksi premanisme sejumlah orang itu juga ditunjukkan dengan melakukan pengrusakan hingga pembakaran rumah warga.

”Jika itu terkait sengketa tanah, maka harusnya melalui jalur hukum bukan tindakan premanisme seperti ini. Untuk itu, kami dari REHMI Indonesia akan mendampingi masyarakat untuk mendapatkan haknya,” ujar Sitorus.

Sitorus menilai dalam insiden ini bukan hanya terjadi perselisihan kepemilikan kebun, namun sudah membahayakan sisi kemanusiaan yang dibuktikan dengan pengancaman akan dibunuh, penganiayaan dan perusakan.

”Sudah ada masyarakat yang melaporkan ke Polsek Kemuning atas tindakan yang dilakukan oleh 80 orang tersebut atas tindakan penganiayaan, pengancaman hingga pengrusakan,” katanya.

Kepada Anggota DPRD, Sitorus berharap dukungan agar masyarakat Dusun Semaram agar mendapatkan kebun mereka dan mereka terbebas dari ketakutan. “Saat ini ada 15 jiwa yang berada di penampungan kami,” ujarnya. (adv/dewan/suf)

       
        Loading...    
           
wwwwww