PotretNews.com Sabtu 15 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Inilah Potret Desa Batusonggan di Kampar yang ”Berbeda” dengan Daerah Lain, Warganya Harus Naik Perahu ke Ibu Kota Provinsi karena Tak Ada Akses Jalan Darat

Inilah Potret Desa Batusonggan di Kampar yang ”Berbeda” dengan Daerah Lain, Warganya Harus Naik Perahu ke Ibu Kota Provinsi karena Tak Ada Akses Jalan Darat

Naik piyau (perahu) di Sungai Subayang, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar.

Rabu, 05 April 2017 08:52 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sejumlah desa di wilayah Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, seperti ”berbeda” dengan daerah lain di kabupaten kedua terbesar di Provinsi Riau tersebut. Itu karena amat buruknya infrastruktur jalan di sana.
Di wilayah itu gampang ditemukan permukaan jalan dalam kondisi rusak dan berlumpur. Jalan di kawasan pesisir Kampar Kiri Hulu yang membentang di sepanjang daerah aliran Sungai Kampar itu pernah hendak dibangun, baik oleh Pemkab Kampar maupun Pemprov Riau, akan tetapi sayangnya tak kunjung terwujud.

Arika Harmon, warga Kenagarian Pangkalankapas, Kampar Kiri Hulu, mengatakan masyarakat di daerah tempat tinggalnya sempat bermimpi memiliki jalan yang layak beberapa tahun lalu.

"Beberapa tahun lalu, tepatnya saat pemerintahan Rusli Zainal, kampung kami di Pangkalankapas pernah diukur oleh petugas dari pemerintah provinsi untuk dibuatkan jalan," dilansir potretnews.com dari tribunpekanbaru.com.

Arika menuturkan, kondisi jalan menuju Kenagarian Pangkalankapas amat buruk dan rawan kecelakaan. Tak jarang, warga yang melintas terpuruk atau terjatuh akibat medan jalan yang sangat berbahaya bagi pengendara. "Pernah sepeda motor sampai patah antara stang roda depan dengan bagian belakang kendaraannya," terangnya.

Arika menyebut, masyarakat pernah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan dan pengembangan jalan baik ke Pemkab Kampar maupun ke Pemprov Riau. Namun, usulan itu belum direspons.

"Terakhir, kami berjumpa dan berdiskusi dengan anggota DPRD Riau dari dapil (daerah pemilihan) Kampar. Itu pada 2016 kalau saya tak salah ingat," ungkap Arika.

Tak jauh beda dengan di Kenagarian Pangkalankapas. Seorang warga Kamparkiri Hulu lainnya bernama Ulil mengemukakan hal serupa tentang buruknya akses jalan menuju kampungnya di Desa Batusonggan.

"Dulu memang pernah ada wacana pembukaan jalan menuju kampung kami di Batusonggan. Namun, sampai sekarang belum ada nampak jalannya sebelah mana," ungkap pria berkulit hitam manis itu.

Ulil mengatakan, sejak bencana banjir besar akibat meluapnya Sungai Subayang pada 1978 silam, rencana pembukaan akses jalan darat dari dan menuju Desa Batusonggan muncul.

Akan tetapi, pelaksanaan pengerjaan jalan tersebut tak tahu kapan akan dikerjakan. Padahal, akses jalan darat memudahkan mobilisasi masyarakat di desa-desa terjauh di Kabupaten Kampar itu.

"Tak ada nampak jalannya sampai sekarang. Dulu padahal sudah diukur oleh pemerintah Kabupaten Kampar. Lokasi jalannya pun sudah ditentukan, tapi tak ada kabar dikerjakan atau tidaknya," kata dia.

Dia mengatakan, bagi sebagian masyarakat di pesisir Kampar Kiri Hulu, akses jalan darat di desanya lebih dekat ke Payakumbuh, Sumbar, daripada ke ibu kota Kabupaten Kampar. "Kecuali naik piyau (perahu) baru kami bisa ke Pekanbaru (Ibu Kota Provinsi Riau). Kalau jalan darat, sampai sekarang belum ada," tandasnya. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Ads
Kategori : Riau, Kampar, Umum, Peristiwa
wwwwww