PotretNews.com Selasa 11 Desember 2018

Kebiadaban Pembunuh di Desa Tanjungmedang Bengkalis Terungkap! Setelah Dihujam Puluhan Tikaman oleh 3 Tersangka, Tubuh Korban lalu Dipotong Menjadi 13 Bagian

Kebiadaban Pembunuh di Desa Tanjungmedang Bengkalis Terungkap! Setelah Dihujam Puluhan Tikaman oleh 3 Tersangka, Tubuh Korban lalu Dipotong Menjadi 13 Bagian

He, salah seorang pelaku pembunuhan dan mutilasi yang ditangkap tim gabungan di apartemen di Jakarta Utara, Rabu (29/3/2017) malam.

Kamis, 30 Maret 2017 20:08 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Tanggal 24 Maret 2017 tengah malam, lelaki bernama Bayu Santoso tewas meregang nyawa di ruko biliar Desa TanjungmMedang, Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Sadisnya, jasad korban kemudian ditemukan sudah terpotong-potong.Barulah pada 27 Maret 2017 kasus ini dilaporkan ke Polsek Rupat Utara oleh AN alias Gondrong. Pria berusia 29 tahun ini jadi saksi mata pembunuhan itu. Belakangan terungkap, dirinya juga ikut menghabisi nyawa korban dan resmi dijadikan tersangka.

Kemudian pada Rabu malam (29 Maret 2017), satu tersangka lainnya berinisial He dibekuk tim gabungan dari Polres Bengkalis dan Jatanras Polda Riau. Dia diciduk tanpa perlawanan disebuah apartemen di Jakarta Utara. Sementara satu orang lagi berinisial AA resmi jadi DPO.

Kepolisian seperti diberitakan GoRiau.com yang dilansir potretnews.com mengatakan, ketiganya ikut terlibat menghabisi nyawa Bayu. Bahkan ditubuh korban terdapat puluhan luka bekas tikaman senjata tajam. Setelah itu dua orang diantaranya yakni AA dan Gondrong pergi melarikan diri dari ruko biliar.

Ads
Saat itu yang tertinggal hanya He dan jasad Bayu. Disitu muncul pemikiran untuk memutilasi korban. "Menurut hasil otopsi, tubuh korban dimutilasi menjadi 13 bagian," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono saat jumpa pers di Mapolda Riau, Kamis (30/3/2017) sore.

He sudah mengakui perbuatan tersebut (memutilasi, red), namun Gondrong menampiknya. Inilah yang masih didalami kepolisian. "He mengatakan kalau AN (alias Gondrong, red) ikut memutilasi, sementara AN bilang tidak, ini akan kita ungkap nanti," ucapnya.

Saat pembunuhan terjadi, masing-masing mereka punya peranan, ada juga yang memegang tubuh Bayu agar tidak melawan. Namun yang jelas, He-lah yang ditengarai selaku otak kasus itu. Ia pula yang meminta Gondrong untuk menelepon korban supaya datang ke ruko.

Kuat dugaan, pembunuhan ini sudah direncakan. Sebab ketika korban datang, He langsung mengunci pintu ruko. Selain itu Gondrong juga diketahui membawa senjata tajam. Ketika Bayu lengah, para pelaku langsung menyerangnya. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Pekanbaru, Umum, Hukrim
wwwwww