PotretNews.com Senin 21 Januari 2019

Kurangi Konsusmsi Beras, Riau Targetkan 25 Persen Bahan Makanan Pokok Beralih ke Sagu

Kurangi Konsusmsi Beras, Riau Targetkan 25 Persen Bahan Makanan Pokok Beralih ke Sagu

Ilustrasi.

Senin, 27 Maret 2017 13:46 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Provinsi Riau menargetkan 25 persen bahan makanan pokok berasal dari sagu. Ini langkah mengurangi ketergantungan makanan pokok pada beras."Tahun ini sekitar 10 persen sagu sudah dipasarkan sebagai pangan dasar di Riau," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah di Pekanbaru, Senin, 27 Maret 2017.

Darmansyah mengemukakan, alasan pengalihan penggunaan bahan pangan beras ke sagu ini karena potensi bahan karbohidrat ini lebih besar ketimbang padi-padian. "Kami juga mewaspadai ketergantungan beras dari luar provinsi," tutur Darmansyah, dilansir potretnews.com dari Antara via tempo.co.

Menurut Darmansyah, setiap tahun hampir 1 juta ton beras beredar di pasar Riau sebagai bahan pangan karbohidrat. Beras tersebut berasal dari sentra penghasil tanaman padi, perdagangan komersial maupun pengadaan pemerintah lewat Badan Urusan Logistik (Bulog).

Beras dipasok dari daerah tetangga seperti Sumatera Barat, Palembang dan Sumatera Utara sebanyak 751 ribu ton dan produksi padi lokal 247 ribu ton. "Artinya 60 persen Riau tergantung pada beras dari luar," tuturnya lagi.

Sagu diyakini baik untuk orang usia lanjut yang rawan terjangkit penyakit diabetes atau gula. Sagu juga berfungsi menekan kadar gula darah. "Saya saja sudah membiasakan mengkonsumsi sagu pengganti beras guna menekan kadar gula darah," ujarnya mencontohkan manfaat sagu.

Darmansyah menambahkan, pemerintah Riau akan menciptakan bentuk pangan sagu dan umbi-umbian yang lebih baik kemasannya. Kemasan ini sudah dipadukan dengan protein sehingga konsumen bisa mendapatkan produk jadi berkualitas.

"Kami sedang melakukan penelitian bagaimana olahan sagu dan umbi-umbian dihasilkan sudah dalam bentuk bahan dasar karbohidrat yang mengandung protein dan vitamin, tunggu saja hasilnya," sebutnya membeberkan.

Ia menambahkan kini 10 persen masyarakat Riau sudah mengenal produk sagu, tahun depan 25 persen ditargetkan warga kenal sagu. "Contoh ada 32 warung di Riau kini yang menjajakan me sagu dan aneka produknya, kafe-kafe sekarang juga menjajakan dan pelanggan mulai meminta sajian itu,"ujarnya. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Pemerintahan, Umum, Riau
wwwwww