PotretNews.com Selasa 22 Januari 2019
Home > Berita > Riau

Pemerintahan Arsyadjuliandi Rachman ”Tercoreng”, Ada OPD yang Pakai Uang Rakyat tapi Tak Siap Dikritik, Ini Sikap Gubernur Riau

Pemerintahan Arsyadjuliandi Rachman ”Tercoreng”, Ada OPD yang Pakai Uang Rakyat tapi Tak Siap Dikritik, Ini Sikap Gubernur Riau

Ilustrasi.

Senin, 20 Maret 2017 18:50 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Transparansi dan keterbukaan yang dibangun di era pemerintahan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman ''tercoreng'' gara-gara ulah kabinetnya yang antikritik meski dalam menjalankan kegiatan menggunakan uang rakyat melalui APBD.Bukannya membenahi diri, justru ada badan yang justru melakukan upaya-upaya yang tidak sejalan dengan semangat pemerintahan yang dipimpin pria yang akrab disapa Andi Rachman.

Dua tahun pemerintahan Andi Rachman sebenarnya sudah berjalan dengan baik, meski diawal ''diragukan'' banyak pihak. Namun berkat komunikasi yang baik dan kemampuan membuka diri terhadap kritik, saran dan masukan, era Gubernur Riau Andi Rachman mulai meraih kepercayaan publik. Bahkan beberapa penghargaan tingkat nasional diraih berkat prestasi ini.

Sayang, ''sikap politik dan pemerintahan'' Andi Rachman ini tidak diterjemahkan dengan baik oleh sebagian lembaganya seperti Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta, yang dikabarkan melayangkan somasi ke sejumlah media yang mengkritik kinerjanya.

"Saya sampaikan kepada seluruh kepala OPD harus berani berbicara dengan wartawan. Salah satunya untuk mengekpos program kerjanya sampai dimana," kata Andi Rachman di Pekanbaru, Senin (20/3/2017), dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Menurut pria yang akrap disapa Andi Rachman ini, seharusnya pejabat pemerintah bersinergi dengan media massa yang bertugas sebagai penyambung lidah masyarakat.

Ia pun meminta wartawan untuk melaporkan siapa saja kepala OPD yang antiwartawan. Ia pun berjanji akan menegur langsung bawahannya itu, sekaligus menjadi poin penilaian khusus. "Kasih tahu aja siapa orangnya, nanti jadi bahan penilaian," ujarnya. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

wwwwww