PotretNews.com Minggu 30 April 2017
Home >  Berita >  Hukrim

Usut Jaringan Narkoba, Handphone Oknum Polisi yang Tertangkap saat Lewati X-Ray Bandara SSK II Pekanbaru ”Dibongkar”

Usut Jaringan Narkoba, <i>Handphone</i> Oknum Polisi yang Tertangkap saat Lewati <i>X-Ray</i> Bandara SSK II Pekanbaru ”Dibongkar”

Tersangka AK saat diserahkan pihak keamanan Bandara SSK II Pekanbaru kepada Satresnarkoba Polresta Pekanbaru.

Jum'at, 17 Februari 2017 15:36 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pascaditangkapnya seorang oknum polisi berpangkat brigadir berinisial AK di Bandara Sultan Sarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (11/2/2017) lalu, yang diduga terlibat peredaran narkoba, terus diselidiki pihak Polresta Pekanbaru.

"Masih kita selidiki, sementara anggota tersebut sudah diproses," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto di Pekanbaru, Jumat (17/2/2017) siang, dilansir potretnews.com dari laman GoRiau.com.

Tidak hanya itu, kapolresta menyebut, pihaknya juga bekerjasama dengan Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Riau untuk mengusut jaringan peredaran narkoba yang melibatkan oknum, AK tersebut.

"Kita masih mengusut, dan saat ini sedang dilakukan pelacakan melalui handphone milik tersangka dengan alat cellebrite. Cellebrite alat yang digunakan untuk melacak data-data yang ada di handphone tersangka. Baik yang masih ada maupun yang sudah atau sengaja dihapus oleh tersangka," ucap kapolresta.

Ads
Masih kata kapolresta, dari hasil pelacakan data pada handphone tersangka, kemudian dilanjutkan untuk menyelidiki jaringan narkobanya. "Kita pastikan dulu dari handphone-nya. Setelah itu baru jaringannya," tukasnya.

Menurut kapolresta, selain timbangan digital dan paket sabu saat tersangka AK diamankan oleh pihak otoritas Bandara SSK II. Hasil pengembangan, juga ditemukan buku transaksi narkoba.
"Dari buku transaksi itu, diduga kuat tersangka AK merupakan bagian dari jaringan narkoba, dan dijerat dengan pasal 112 jo 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," paparnya.

Terkait adanya keterlibatan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pekanbaru, yang diakui tersangka AK sebagai pemasok atau bandarnya. Kapolresta mengaku masih belum bisa dipastikan.

"Itu baru pengakuan dari tersangka (bandar dalam lapas), untuk saat ini masih kita dalami. Dari hasil cellebrite inilah, akan jelas seperti apa jaringannya," ujar kapolresta. ***

Editor:
Farid Mansyur

loading...
Kategori : Hukrim, Umum, Pekanbaru
www www