PotretNews.com Jum'at 14 Desember 2018

Polisi Autopsi Jenazah Balita 18 Bulan yang Tewas Diduga Dianiaya di Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru, Begini Kondisinya

Polisi Autopsi Jenazah Balita 18 Bulan yang Tewas Diduga Dianiaya di Panti Asuhan Tunas Bangsa Pekanbaru, Begini Kondisinya

Pihak DVI Polda Riau saat mengangkat jenazah M Zikli untuk dilakukan autopsi, di TPU jalan Seroja, Tenayan Raya Pekanbaru, Sabtu siang (foto: goriau.com)

Sabtu, 28 Januari 2017 15:11 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Tim DVI Polda Riau mulai mengautopsi jenazah balita laki-laki berusia 18 bulan bernama M Zikli, langsung di TPU Jalan Seroja, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru, Riau, Sabtu (28/1/2017) siang, pukul 14.30 WIB.Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto menjelaskan, autopsi dilakukan guna kepentingan penyelidikan, terkait penyebab pasti kematian korban.

"Autopsi ini untuk mengetahui penyebab kematiannya, apakah ada unsur penganiayaan atau tidak," kata kasat, dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan pihak Panti Asuhan Tunas Bangsa, kasat mengatakan sudah ada lima orang saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut. "Ada lima orang, empat orang dari pihak panti dan satu orang dari keluarga korban. Sedangkan Lili, selaku pemilik masih dalam pencarian," ujarnya.

Ads
Kasat melanjutkan, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan terhadap Lili untuk penyelidikan, dan dijadwalkan, Senin (30/1/2017) lusa untuk datang ke Polresta Pekanbaru, menjalani pemeriksaan.

"Kemarin sudah kita panggil secara lisan, tapi yang bersangkutan (Lili) mangkir, dan kini kita layangkan surat panggilan," ujarnya. Pantauan di lokasi, setelah dilakukan penggalian, tampak balita malang itu dimakamkan secara tak layak oleh pihak panti. Bahkan, kain kafan yang digunakan, tak sepenuhnya membalut jenazah.

Sampai berita ini diturunkan, Tim DVI Polda Riau masih melakukan autopsi terhadap jasad M Zikli di lokasi pemakaman umum, Jalan Seroja, Kecamatan Tenayanraya. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Pekanbaru, Umum, Hukrim
wwwwww