PotretNews.com Senin 19 November 2018

Pencari Suaka dari Timur Tengah Telantar di Kantor Imigrasi Pekanbaru

Pencari Suaka dari Timur Tengah Telantar di Kantor Imigrasi Pekanbaru

Ilustrasi/Para pencari suaka. (foto: reuters)

Rabu, 18 Januari 2017 16:25 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sekira 100 orang lebih imigran pencari suaka merasa terlantar di Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru, Riau, karena sudah dua bulan ditempatkan di parkiran kantor tersebut."Kami tidur di sini (parkiran), panas-hujan di sini 20 jam tidak ada tempat tertutup. Kadang-kadang boleh tidur di dalam imigrasi minta permisi," kata salah seorang imigran, Ali (37) di Pekanbaru, Rabu.

Saat ini, kata dia dikutip potretnews.com dari bisnis.com, ada sekitar 103 pencari suaka yang berada di Kantor Imigrasi Pekanbaru yang berasal dari Afganistan, Sudan, Arab Saudi, dan Iran. Ada yang sudah dua bulan 20 hari dan juga 1,5 bulan dengan jumlah anak-anak sekitar 40-45.

"Kita tidak tahu sampai kapan di sini, mungkin tiga sampai lima bulan. Rencananya kemana juga tidak tahu, mungkun Australia atau Amerika. Kami tidak punya pilihan," ujarnya.

Ads
Saat ini, lanjutnya, untuk makan kadang dikasih masyarakat secara gratis dan kadang membeli. Meski begitu, dia mengaku sudah kehabisan uang untuk biayanya pergi mencari suaka.

"Kita berharap bisa keluar dari sini, tidak ada makan minum, tidak bisa buat tidur karena tempatnya tidak bagus," imbuhnya yang mengaku pernah tinggal di Jakarta dua tahun.

Dari Afganistan, ceritanya, dia membawa uang 5.000 Dolar Amerika sampai di Kuala Lumpur, Malaysia dengan pesawat terbang. Kemudian ke Indonesia menghabiskan 500 Dolar Amerika dengan kapal secara ilegal melalui penyelundup.

"Dari Afganistan ke Malaysia ada paspor, ke Indonesia sudah habis dan masuk seperti penyelundup dengan dua kapal. Tertangkap di Dumai, dibawa ke Jakarta dengan mobil lalu ke sini (Pekanbaru)" jelasnya.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Kelas I Pekanbaru, Pria Wibawa mengatakan 100 lebih imigran itu sedang dalam tahap Berita Acara Pemeriksaan. Itu dilakukan untuk mengetahui apakah benar statusnya sebagai pencari suaka atau tidak.

"Kalau benar, kita koordinasi dengan International Organization for Migration (IOM). Lalu didaftarkan dan ditarok di tempat kita. Harus seleksi dulu, kalau main masukan saja, makin banyak nanti. Dikiranya Pekanbaru ini surga pencari suaka karena enak," ucapnya.

Saat ini, kata dia, di Pekanbaru sudah ada beberapa rumah penampungan yang diisi hampir 1.000 imigran. 100 lebih imigran yang di Imigrasi itu akan ditempatkan setelah yang menempati penampungan itu sudah mendapatkan negara tujuan. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Pekanbaru, Umum, Peristiwa
wwwwww