PotretNews.com Senin 24 September 2018

PT Adei Plantation and Industry Dituding Tak Serius Normalisasi Sungai Buluh di Kecamatan Bunut Pelalawan, Berikut Temuan Lapangan AMPKB

PT Adei Plantation and Industry Dituding Tak Serius Normalisasi Sungai Buluh di Kecamatan Bunut Pelalawan, Berikut Temuan Lapangan AMPKB

Kondisi normalisasi Sungai Buluh di Desa Buluh, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau. (foto: istimewa)

Senin, 16 Januari 2017 11:48 WIB
PANGKALANKERINCI, POTRETNEWS.com - PT Adei Plantation and Industry dituding tidak serius dalam melakukan pengerjaan normalisasi Sungai Buluh di Desa Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau.Sejumlah fakta mencengangkan ditemukan dalam pengerjaan normalisasi Sungai Buluh. Mulai dari tidak sesuainya panjang, lebar dan kedalaman sungai yang harus dinormalisasi.

"Dalam beberapa hari ini kita mengecek pengerjaan normalisasi. Banyak temuan didapati di lapangan," beber Ketua Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kecamatan Bunut (AMPKB) Kamarudin, dikutip potretnews.com dari GoRiau.com, Senin (16/1/2017).

Menurut dia, dalam isi Surat Perjanjian Kerja (SPK), normalisasi Sungai Buluh dilakukan sepanjang 6.500 meter. Namun realisasinya, pengerjaan tidak sampai seperti yang tercantum dalam SPK. "Fakta di lapangan, normalisasi yang lakukan hanya sepanjang 4.500 meter saja," sebut Kamarudin.

Ads
Selain itu, AMPKB juga menemukan beberapa titik dari 10 titik koordinat yang dibuat Tim Pemda Pelalawan tidak dikerjakan oleh pihak perusahaan. "Makanya, panjang normalisasi Sungai Buluh yang kita dapati hanya 4.500 meter. Tak sesuai dengan SPK," ujarnya.

Dikatakan Kamarudin, dalam pengerjaan normalisasi Sungai Buluh syarat dengan adanya permainan. Sepanjang 2.000 meter parit permanen digabungkan dengan pengerjaan normalisasi sehingga panjangnya mencapai 6.500 meter.

"Itu tanpa dilakukan normalisasi ulang, volumenya juga tidak sesuai dengan SPK atau terjadi pendangkalan terhadap pengerjaan normalisasi Sungai Buluh," urainya. Kamarudin menegaskan, dengan kondisi tersebut masyarakat tidak terima dengan pengerjaan normalisasi Sungai Buluh.

" PT Adei Plantation and Industry tidak serius dalam pengerjakan normalisasi Sungai Buluh, ini sesuai fakta yang kami himpun di lapangan," tandasnya.

Mengingatkan pembaca, PT Adei Plantation and Industry dituding telah merusak dan menghilangkan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan menanam pokok kelapa sawit. Akibatnya, Sungai Buluh hilang rata dengan tanah.

Akibat ulah perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut, gabungan pemuda dan mahasiswa Kecamatan Bunut, menggelar aksi menuntut perusahaan untuk melakukan normalisasi Sungai Buluh. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Tour de Siak 2018
wwwwww