PotretNews.com Kamis 30 Maret 2017
Home >  Berita >  Pekanbaru

Sekdako Pekanbaru M Noer Tunjuk Anak Perempuannya Usia 24 Tahun Jadi Lurah Tampan, Plt Wali Kota Kaget

Sekdako Pekanbaru M Noer Tunjuk Anak Perempuannya Usia 24 Tahun Jadi Lurah Tampan, Plt Wali Kota Kaget

Raisah Vinora Putri (kiri) usai menyalami pejabat yang melantiknya. (foto: tribunpekanbaru.com)

Kamis, 05 Januari 2017 18:49 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru Edwar Sanger kaget mendengar kabar satu dari 25 lurah yang baru dilantik ternyata anak Sekretaris Daerah (Sekda) M Noer.Edwar mengaku tak punya kepentingan dengan orang-orang yang dilantik lantaran nama-nama tersebut sesuai yang diajukan Badan Pertimbangan Kenaikan Pangkat (Baperjakat).

"Saya baru tahu hari ini setelah baca berita di media, ternyata anak Sekda (M Noer)," ujar Edwar seperti dikutip potretnews.com dari merdeka.com terbitan Kamis (5/1/2016).

M Noer ternyata juga menjabat Ketua Baperjakat. Anaknya, Raisah Vinora Putri menjadi lurah di Kecamatan Payungsekaki. Sebelumnya Raisah menjabat sekretaris lurah di Simpangbaru. Dia naik pangkat setelah ditunjuk ayahnya menjadi lurah.

Ads
Raisah merupakan salah satu yang dilantik Plt Wali Kota Pekanbaru dan dikukuhkan bersama 58 lurah yang sudah ada sebelumnya pada Rabu (4/1/2016) pagi. Kini, Kota Pekanbaru memiliki 83 kelurahan termasuk Raisah.

Raisah lahir di Kampar, 12 September 1992. Dilihat dari usia yang masih 24 tahun, alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini tergolong muda. Kini, putri pejabat itu juga menjadi pejabat sebagai Lurah Tampan, Kecamatan Payungsekaki. Sebelumnya, dia merupakan Sekretaris Lurah Simpangbaru, Kecamatan Tampan.

"Saya tidak tahu anak siapanya, saya hanya melantik dan mengukuhkan sesuai nama yang diajukan Baperjakat yang ketuanya merupakan Sekda, Pak M Noer," kata Edwar.

Sebagai pelaksana tugas yang meneruskan tugas wali kota sebelumnya karena cuti mengikuti pemilihan kepala daerah, Edwar tak memiliki banyak kewenangan untuk memilih-milah calon lurah dan pejabat lainnya.

"Yang jelas, pejabat tidak boleh berpihak pada salah satu calon Pilkada Pekanbaru. Nanti akan kita evaluasi bersama, kalau sekarang saya tidak banyak kewenangan. Tapi jika sudah menjadi penjabat atau pj, saya evaluasi kembali sesuai kinerja masing-masing," ujar Edwar. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

loading...
www www