PotretNews.com Minggu 20 Januari 2019

Tiga Bangunan di Pinggir Jalan Raya Pekanbaru-Kampar Terbakar saat Salat Jumat

Tiga Bangunan di Pinggir Jalan Raya Pekanbaru-Kampar Terbakar saat Salat Jumat

Tiga bangunan di Simpang Bengkel menyisakan puing, habis dilalap api.

Jum'at, 18 November 2016 20:30 WIB
KAMPAR, POTRETNEWS.com – Sebanyak tiga petak kedai di Simpang Bengkel Desa PadangmMutung, Kecamatan/Kabupaten Kampar, Riau, ludes di lalap api, Jumat (18/11/2016).Peristiwa kebakaran yang menghebohkan warga Desa Padangmutung, ini terjadi persis saat kaum Muslim sedang melaksanakan ibadah Salat Jumat.

BACA JUGA:

. Rumah Nek Sarinum di Cerenti Terbakar

Kejadian ini menyita perhatian para pengendara yang melalui jalur jalan raya Pekanbaru-Bangkinang, karena peristiwa kebakaran yang menghanguskan tiga kedai tersebut terletak di pinggir jalan raya.

Pantauan di lapangan, sekira pukul 13.45 WIB, kemacetan terjadi di ruas jalan ini beberapa menit. Namun berkat kesigapan aparat kepolisian, kemacetan dapat diurai meskipun pergerakan kendaraan di lokasi ini berjalan lambat. Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, api mulai terlihat menjalar saat kaum laki-laki melaksanakan ibadah Jumat.

SIMAK:

. PT RGMS Dituding Selewangkan Hak Guna Usaha di Kampar

"Kami teriak-teriak tadi, terus ada orang turun dari mobil langsung nendang pintu kedai. Pas pintu terbuka api sudah besar, sudah banyak asap di dalam," ujar seorang ibu rumah tangga di lokasi kebakaran tersebut, sebagaimana dikutip potretnews.com dari GoRiau.com.

Ibu ini menyebut, warga kesulitan memadamkan api karena selain sulitnya sumber air, sementara kaum laki-laki juga sedang berada di masjid melaksanakan ibadah Jumat. Dari data di lapangan, kebakaran ini meludeskan tiga petak kedai, satu kedai adalah Bengkel Rosu dan dua petak lagi kedai minuman.

Di dalam bengkel terdapat tiga unit sepeda motor yang juga ikut hangus terbakar. Dari dalam bengkel hanya bisa diselamatkan satu unit kompresor. Hingga berita ini diterbutkan belum bisa dipastikan sumber api berasal. ***

Editor:
Hanafi Adrian

wwwwww