PotretNews.com Minggu 16 Desember 2018

Banjir di Kepulauan Meranti Telan Korban Jiwa, Balita Meninggal Dunia setelah Tenggelam di Parit

Banjir di Kepulauan Meranti Telan Korban Jiwa, Balita Meninggal Dunia setelah Tenggelam di Parit

Korban saat dikafankan. (foto: hairun nizat)

Selasa, 15 November 2016 23:29 WIB
SELATPANJANG, POTRETNEWS.com - Hujan deras ditambah tingginya debit air laut saat pasang di Kepulauan Meranti Provinsi Riau menelan korban jiwa. Kali ini, balita usia 3 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di dalam parit Desa Centai Kecamatan Pulaumerbau. Kejadian ini terjadi pada hari, Senin (14/11/2016) pagi.Saat itu, Senin dini hari banyak wilayah Kepulauan Meranti diguyur hujan hingga pagi. Selain itu, pada pagi hari, ditambah pula tingginya debit air laut pasang. Sehingga membuat beberapa desa terendam banjir.

Namun, banjir di Kota Sagu tidak seperti banjir di daerah lain yang membuat kerusakan bangunan dan sebagainya. Banjir musiman ketika memasuki musim penghujan dan tingginya debit air laut.

BACA JUGA:

Ads
. Banjir di Rokan Hulu Meluas, 6.379 Jiwa Jadi Korban

. Korban Meninggal karena Banjir di Kampar Disantuni Rp15 Juta, Kata Bu Mensos kalau Syarat Lengkap Senin Sudah Cair

. Keluarga Menunggu Kedatangan Mayat Rafki, Mahasiswa Asal Rohul yang Tewas karena Banjir Bandang Sibolangit

Kepala Desa Centai, M Latif ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tewasnya anak usia 3 tahun itu. Kata Latif, Senin pagi itu di halaman rumah Jamilah (orang tua anak laki-laki atau korban, red) memang ada genangan air se mata kaki orang dewasa. Sementara, di depan rumah korban juga terdapat parit, yang mana airnya sangat tinggi hingga menyatu ke halaman.

"Informasinya korban sempat main air di halaman, dan diawasi oleh ibu nya," kata Latif sebagaimana dikutip potretnews.com dari GoRiau.com.

Kemudian, cerita Latif, entah atas kesibukan apa, orang tua korban tak lagi memperhatikan anak-anak yang sedang bermain air.

Anak usia 3 tahun semata wayang itu baru diketahui, ketika salah seorang warga melihat sesuatu, seperti boneka, mengapung di dalam parit. Setelah diperhatikan dari dekat, ternyata mayat balita.

"Jatuhnya seperti apa saya juga kurang tau. Ketemu korban ketika sudah timbul. Terlepas ini takdir, tak ada yang menginginkan, namun kami imbau juga agar warga lebih berhati-hati. Apalagi saat ini musim penghujan dan debit air laut meningkat," imbau Latif.

Ketika disinggung apakah lokasi di rumah orang tua korban (janda, red) akan tergenang air ketika air laut pasang, M Latif mengatakan tidak. Air tergenang di halaman rumah korban merupakan air hujan yang terjadi sejak Senin dini hari.

Sebelumnya, Hairun Nizat, salah seorang pemuda Desa Semukut mengatakan, Jamilah sempat membawa putranya itu ke puskesmas. Namun, pada saat itu rupanya anak semata wayang Jamilah telah menghadap Sang Pencipta. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Meranti, Peristiwa
wwwwww