PotretNews.com Minggu 23 April 2017
Home >  Berita >  Kampar

Hah! Empat Pasangan Suami Istri di Kampar Bercerai Gara-gara Pilkada

Hah! Empat Pasangan Suami Istri di Kampar Bercerai Gara-gara Pilkada

Ilustrasi.

Jum'at, 11 November 2016 10:43 WIB
BANGKINANG, POTRETNEWS.com - Perbedaan pilihan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kampar tahun 2017 berpotensi menimbulkan hubungan yang kurang harmonis antarpendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar, Riau. Termasuk, kemungkinan terjadinya keretakan dalam rumah tangga yang menyebabkan perceraian antara suami dan istri.BACA JUGA:

. Astaga... Kasus Perceraian di Pekanbaru Meningkat Tajam, Banyak Istri yang Menggugat Cerai Suaminya

. Angka Cerai Gugat Meningkat di Inhil, Salah Satu Pemicunya soal Ini…

Ads
''Jangan sampai suami istri cerai karena pilkada. Zaman saya (Pilkada 2011, red) ada empat pasangan suami istri yang bercerai,'' beber Bupati Kampar H Jefry Noer dalam sambutannya pada Sosialisasi Tatap Muka Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi Riau dan Panwas Kabupaten Kampar di Aula Politeknik Kampar di Bangkinang, Kamis (10/11/2016).

Jefry mengingatkan agar jangan ada saling menjelekkan antarpendukung pasangan calon. ''Jangan berusaha matikan lampu lawan kita. Biarkan lampu lawan hidup tapi hidupkan lebih terang lampu kita. Supaya Kampar nantinya terang benderang,'' kata Jefry sebagaimana dikutip potretnews.com dari GoRiau.com.

Bupati yang akan mengakhiri masa jabatan pada 11 Desember mendatang ini juga meminta timses pasangan calon dan pendukung menjaga sikap sehingga tidak memancing perpecahan. ''Tolong jangan panas tadah daripada gelas. Yang lima (calon) damai saja tetapi di bawah berantam dan saling menyakiti. Ini kuncinya ada di semua, di tangan para calon,'' tutur Jefry.

''Aturannya sudah bagus, baliho se-Kabupaten Kampar hanya dibatasi 13 lembar. Tak sampai 1 di setiap kecamatan. Spanduk juga dibatasi. Terima kasih kepada KPU yang membuat aturan sehingga menghemat dana sehingga tak ada lagi perang spanduk, ini juga membantu keamanan,'' ujarnya. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

loading...
www www