PotretNews.com Sabtu 22 September 2018
Home > Berita > Riau

Riau Rawan Narkoba dan Radikalisme

Riau Rawan Narkoba dan Radikalisme

Ilustrasi.

Senin, 31 Oktober 2016 15:03 WIB
Mukhlis Wijaya
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menyebutkan wilayah tersebut rawan akan peredaran narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) dan paham radikalisme. Pasalnya letak geografis Riau berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura."Riau adalah jalur yang strategis untuk masuknya paham radikalisme dan peredaran narkoba," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat berpidato pada apel bertajuk "Kebangsaan Tiga Pilar" dalam rangka kontijensi di wilayah Riau, bertempat di halaman kantor gubernur di Jalan Jenderal Sudirman No 460 Pekanbaru, Senin (31/10/2016).

SIMAK:

. Mulai Februari 2017, Hanya Media Massa Terverifikasi Dewan Pers yang Boleh Meliput

Ads
Menurut Andi, Riau memiliki letak yang strategis. Secara geografis berdekatan dengan negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Untuk itu Riau memiliki potensi konflik yang tinggi. Sehingga tingkat keamanan harus benar-benar kuat dan adanya penegakan hukum yang tegas. "Radikalisme dan narkoba merupakan ancaman yang harus kita perangi bersama," ujar Andi di hadapan ratusan peserta tiga pilar.

Dia menerangkan untuk menangkal seluruh pergerakan radikalisme dan peredaran narkoba yang rentan menyusupi kalangan masyarakat Riau, perlu komitmen bersama antar lintas sektoral, baik dari pemerintah, aparat penegak hukum serta masyarakat. Karena itu masyarakat diimbau untuk ikut serta berperan aktif mengawasi gerakan, peristiwa yang mencurigakan di lingkungan sekitarnya. Kemudian melaporkannya kepada pihak berwajib melalui RT/RW setempat.

"Ini tugas kita semua untuk melindungi Riau dari benturan konflik terutama yang bersinggungan dengan keamanan dan ketertiban dalam bermasyarakat," ucapnya lagi.

Andi juga menegaskan pentingnya tiga pilar yakni pemerintah mulai dari level provinsi hingga desa, kepolisian dari Polda hingga jajaran Polsek, TNI hingga Babinkamtibmas, bersatu. Karena kalau institusi ini jalan sendiri-sendiri itu akan lemah, kalau bersinergi akan kuat.

"Apalagi pimpinan tiga pilar sudah menekankan untuk bersinergi jadi tidak ada lagi dibawah yang terpisah-pisah," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnain di tempat yang sama juga menyampaikan beberapa pesan kepada jajarannya agar menjaga integritas dan bersih dari praktik pungutan liar (pungli). Ia bahkan berjanji akan membentuk tim khusus untuk operasi tangkap tangan pungli. "Kita akan mengedepankan preventif, namun kalau ada anggota kepolisian yang terlibat pungli, saya akan sikat bersih," tandas Zulkarnain. ***

Kategori : Riau, Pemerintahan
Tour de Siak 2018
wwwwww