PotretNews.com Senin 17 Desember 2018

Penipuan Berkedok Anak Sakit Marak di Bengkalis, Ini Ciri-cirinya

Penipuan Berkedok Anak Sakit Marak di Bengkalis, Ini Ciri-cirinya

Ilustrasi.

Jum'at, 21 Oktober 2016 12:55 WIB
BENGKALIS, POTRETNEWS.com - Orang tua mana yang tidak cemas dan khawatir ketika mendapat kabar anak tersayang mengalami luka parah karena jatuh atau kecelakan lalu lintas. Terlebih kabar itu disampaikan oleh guru si anak atau orang yang mengaku-ngaku sebagai aparat kepolisian, yang membawanya ke rumah sakit.Namu perasaan cemas dan kawatir itu beruah menjadi geram dan mendongkol ketika tahu bahwa si penelepn hanya ingin memanfaatkan kegugupan orang tua, lalu ujungnya-ujungnya minta transfer sejumlah uang.

BACA JUGA:

. Panik karena Ditelepon Polisi Gadungan, Ibu Warga Marpoyan Ini Tertipu Rp30 Juta

Ads
. Wali Kota Pekanbaru Pernah Dilaporkan ke KPK Terkait Pengadaan Bus Trans Metro yang Ternyata Bekas

. Miris, SD tanpa Dinding dan Sering Dilewati Ular Ini Hanya Berjarak 1 Km dari Kantor Wali Kota Pekanbaru nan Mewah Berbiaya Rp1,4 Triliun

Penipuan berkedok anak jatuh ata kemalangam atau terlibat narkoba itu dalam minggu-minggu sedang marak di Bengkalis, Riau, beruntung belum ada orang tua yang mengaku sempat mengirimkan sejumlah uang kepada si penelepon.

Seperti yang dialami, H Mukhlizar, Kamis (20/10/2016), sekitar pukul 08.30 WIB dirinya menerima panggilan dari salan seorang yang mengaku guru di salah satu SD tempat anaknya sekolah. Guru dengan nomor handphone 085213817049 tersebut mengabarkan kalau anaknya terjatuh kamar kecil (WC) sekolah dan mengalami luka parah.

Selanjutnya oleh guru lainnya, anak salah satu Kepala Seksi di Dinas Perikanan dan Kelautan itu dibawa oleh salah seorang guru ke rumah sakit. ”Saya diminta menghubungi guru yang mengatarkan anak saya ke rumah sakit, si penelpon juga mengirimkan nomor guru tersebut, 081293417445,” kata Mukhlizar seperti dilansir GoRiau.com.

Orang tua mana yang tak risau dan was-was saat mendapat kabar tersebut, begitupun dirinya, ketika menedapatkan kabar tersebut dirinya langsung menghubungi ibu si anak, sayangnya hapenya sedang tidak aktif. Sementara adiknya tidak berada di rumah alias keluar kota.

''Si penelpon tahu persis saya sedang tidak berada di Bengkalis, di juga tahu saya tinggal di mana, nama anak-anak saya dan dimana anak saya sekolah. Makanya, ketika aya mendapatkan kabar itu saya sempat panik, namun saya masih terus berfikir bemar tidaknya kabar itu,'' sebutnya.

Masih dalam kondisi cemas, pria yang akrab disapa Mong ini lantas meminta bantuan ketua RT setempat, H Djumnizul yang rumahnya tidak jauh dari SD tempat anaknya sekolah untuk mendatangi sekolah. Ternyata setelah dicek di sekolah, anaknya dalam kondisi baik-baik saja.

''Semua orang tua pasti cemas dan was-was ketika mendapat kabar seperti itu. Yang penting janga panik dan tetap berusaha mencari kebenaran kabar tersebut,'' ucapnya.

Karena tidak ingin ada yang tertipu dengan modus yang sama, oleh Monng, kisah yang dialaminya tersebut disher melalui media sosial, ternyata banyak komentar yang menyebutkan penipuan dengan modus anak jatuh, kecelakaan atau terkena razia narkoba dalam minggu-minggu ini sedang marak-maraknya di Bengkalis.

''Barusan ada orang tua menangis-nangis datang ke ke sekolah, dia mendapat kabar kalau anaknya kecelakaan lalu lintas. Ternyata setelah sampai di sekolah anaknya sedan belajar,'' tutur M Nurahim Suprapto salah seorang guru di Bengkalis.

Bahkan menurut salah seorang ibu rumah tangga, baru-baru ini juga mendapat telpon dari seseorang yang mengaku polisi. Si penelepon mengatakan kalau anaknya ditahan karena kedapatan membawa narkoba.

''Aneh-aneh saja modus para penipu ini, bagaimana anak saya mau terlibat narkoba, lha anak saya masih bayi, bisa jalan aja belum,'' ujar ibu tersebut.***

Editor:
Mukhlis Wijaya

Kategori : Bengkalis, Peristiwa
wwwwww