PotretNews.com Jum'at 19 Oktober 2018

Perempuan Mengaku Dukun dan Keturunan Prabu Siliwangi Pemilik Patung Naga Serai Ditangkap Polisi di Pekanbaru setelah Dilaporkan Seorang Warga

Perempuan Mengaku Dukun dan Keturunan Prabu Siliwangi Pemilik Patung Naga Serai Ditangkap Polisi di Pekanbaru setelah Dilaporkan Seorang Warga

Tersangka dan barang bukti patung naga yang disebut benda pusaka yang banyak khasiat.

Rabu, 12 Oktober 2016 15:43 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - NW alias Nia (39) diringkus tim opsnal dari Polsek Tenayaraya di kediamannya, di Jalan Indra Puri ujung, Kecamatan Tenayan Raya, Sabtu (9/10/2016).Ia ditangkap diduga telah melakukan tindak penipuan dengan modus menawarkan benda pusaka yang bernama Patung Naga Serai. Menurutnya patung tersebut dapat mendatangkan rezeki dan menyembuhkan penyakit.

Tak hanya itu, NW juga mengaku keturunan Prabu Siliwangi. "Bapak saya yang masih keturunan Prabu Siliwangi," katanya saat ditemui di Mapolsek Tenayanraya, Rabu (12/10/2016).

Ia juga mengklaim telah menjadi ahli supranatural selama 22 tahun. Kemampuan supranaturalnya itu telah didapat sejak masih berumur 17 tahun.

Ads
"Ya dapat dari belajar-belajar sendiri saja, lewat salat, puasa dan zikir," katanya seperti dikutip potretnews.com dari tribunpekanbaru.com.

Nia ditangkap setelah korbannya, Sinto Naibaho melapor ke polisi dan mengalami kerugian Rp29.330.000. "Korban menawarkan benda pusaka yang bisa mendatangkan rezeki ke korban dengan syarat membayar mahar dan nanti uang tersebut dikembalikan. Tapi ternyata pelaku tidak mengembalikan uangnya," ucap kapolresta seperti dilansir dari GoRiau.com.

"Saya dapat dari dalam sumur dekat ladang suami, sumurnya kedalaman tujuh meter. Saya ambilnya pakai tenaga dalam. Ayah saya juga keturunan dari Siliwangi," beber Nia di Mapolsek Tenayan Raya, Rabu siang. Kaporlesta menambahkan, untuk proses hukum, Nia dijerat pasal 378 KUHP, ancaman empat tahun penjara. "Kita masih lakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, sementara ini baru ada dua korban yang melapor," ujarnya. ***

Editor:
Mukhlis SW

wwwwww