PotretNews.com Sabtu 24 Agustus 2019
Home > Berita > Umum

Fenomena Apa Para Istri di Rohil Ramai-ramai Menggugat Cerai Suami?

Fenomena Apa Para Istri di Rohil Ramai-ramai Menggugat Cerai Suami?

Ilustrasi.

Rabu, 13 April 2016 20:33 WIB
BAGANSIAPIAPI, POTRETNEWS.com - Tingkat perceraian yang terdaftar di Pengadilan Agama (PA) Ujungtanjung Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau meningkat dua kali lipat. Berdasarkan data, tahun 2015 jumlah kasus perceraian yang ditangani PA sebanyak 561 perkara."Cerai talak yang diajukan suami sebanyak 136 perkara. Yang diselesaikan sebanyak 109 perkara. Sedangkan cerai gugat yang diajukan istri sebanyak 425 perkara, dan yang diselesaikan sebanyak 332 perkara," kata Pj Humas Pengadilan Agama Ujung Tanjung, Diana Evrina Nasution SAg SH, Rabu (13/4/2016).

Diana mengungkapkan, penyebab tingginya kasus perceraian di Rokan Hilir disebabkan kelalaian suami menjalankan kewajiban dalam memberikan nafkah kepada sang istri. Selain itu, pengaduan yang disampaikan ke PA karena suami pergi tanpa pamit sehingga menyebabkan istri selingkuh.

Faktor tingkat pendidikan juga sangat berpengaruh dalam keretakan dalam rumah tangga. Dari data yang ada, mereka sebagian besar merupakan lulusan SLTA ke bawah.

Ads
Diana juga menepis dugaan bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan faktor utama tingkat perceraian di Rohil. Katanya, KDRT hanya salah satu pemicu pertengkaran yang disebabkan oleh kurangnya perhatian dari suami karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengkonsumsi narkoba.

"Angka perceraian didominasi oleh keluarga petani. Sedangkan PNS hanya 30 persen dan sisanya dari kalangan umum," ujarnya.

Menurutnya, PA mencoba memediasi pasangan yang mengajukan gugatan cerai. Sebagian ada yang mau berdamai dan ada juga dilanjutkan melalui legitasi. Rendahnya tingkat pendidikan, kata Diana, menyebabkan orang sulit mencari pekerjaan. Pendapatan yang diterima, tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga sehingga banyak istri yang menggugat cerai kepada suami.

"Dari bulan Januari hingga maret 2016, cerai talak mencapai 48 perkara. Sedangkan cerai gugat yang diajukan istri sebanyak 128 perkara," cetusnya.

Diana mengharapkan, penyuluhan hukum mutlak harus dilakukan agar tidak ada lagi perceraian liar. Artinya, mereka mengakhiri hubungan dengan cara menjatuhkan talak. Namun status perceraiannya tidak terdaftar di PA.

"Perlu kerja sama dengan pemerintah setempat untuk sosialisasi hingga ke tingkat kepenghuluan. Tujuannya agar tidak terjadi lagi perceraian liar disini," ujarnya. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum, Rohil
Sumber:GoRiau.com
wwwwww