Pura-pura Minta Obat untuk Anaknya yang Sakit, Perampok Gasak Emas dan Uang di Rumah Dosen

Pura-pura Minta Obat untuk Anaknya yang Sakit, Perampok Gasak Emas dan Uang di Rumah Dosen

Polisi melakukan olah TKP di rumah korban perampokan.

Senin, 14 Desember 2015 21:36 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pura-pura kenal, komplotan perampok menggasak isi rumah Nyoto (47), seorang dosen bertempat tinggal di Jalan Bakti Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Senin (14/12/2015) pagi. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta.
Kapolsek Tenayan Raya Kompol Indra Rusdi saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Sulaiman SH mengatakan, pencurian yang terjadi di rumah korban terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Pada saat itu istri korban bernama Lili (42) tengah sendirian di rumahnya, tiba-tiba seorang pria datang dan mengetuk pintu rumahnya.

"Saat istri korban membuka pintu, pelaku langsung berpura-pura meminta daun bunga raya untuk obat pendingin anaknya yang tengah sakit demam. Mendengar hal tersebut, istri korban mempersilahkan pelaku mengambilnya langsung," terang Kanit.

Ketika menemani pria misterius tersebut mengambil daun bunga raya di halaman depan rumahnya, tiba-tiba seorang pria lain masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar utama. Tidak beberapa lama pria yang masuk ke dalam rumah keluar, dan pria meminta bunga untuk pengobatan sang anak juga menyudahi pembicaraannya.

"Saat keduanya meninggalkan lokasi, istri korban langsung masuk ke dalam kamar utamanya. Ketika membuka pintu kamar, korban kaget melihat kotak laci dan lemari dalam keadaan berantakan. Melihat hal tersebut korban langsung memeriksa barang berharga yang tersimpan, ternyata tabungan uang cash dan perhiasan hilang," jelas Kanit.

Kini kasus tersebut tengah ditangani oleh Polsek Tenayan Raya, beberapa barang bukti telah diamankan oleh anggota. Selain itu beberapa orang saksi juga telah diperiksa guna mengungkap identitas pelaku. Atas peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp30 juta.

"Kita telah melakukan identifikasi dan olah TKP di rumah korban, selain itu kita menghimbau kepada masyarakat agar tidak melayani orang yang tidak dikenal dengan alasan apapun jika seorang diri di dalam rumah. Dugaan kita sindikat ini mencari sasaran adalah rumah-rumah yang cukup besar atau orang berada," tutup Kanit.***

(Wawan Setiawan)
Kategori : Pekanbaru, Hukrim
Sumber:Riaupos.co
wwwwww