Menanggapi Aksi KPU Pelalawan yang Terkesan ”Diam-diam” Beriklan di Media Massa, Ketua KI Riau: Pilkada Helat Publik, Jangan Ada yang Disembunyikan!

Senin, 30 November 2015 16:58 WIB
Mario Abdillah Khair
menanggapi-aksi-kpu-pelalawan-yang-terkesan-diamdiam-beriklan-di-media-massa-ketua-ki-riau-pilkadaKetua KI Provinsi Riau Mahyudin Yusdar.
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau Mahyudin Yusdar menyayangkan jika ada institusi di rezim keterbukaan sekarang ini masih mempraktikkan aksi ”diam-diam” terhadap kebijakan yang sepatutnya perlu diketahui publik.
Menjawab potretnews.com terkait kebijakan KPU Pelalawan (lewat CV Tuah Palimo) yang terkesan ”sembunyi-sembunyi” memasang iklan pilkada di media massa, Mahyudin Yusdar berpendapat, hal itu tidak tepat. Karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan KPU jika prosedur yang ditempuh telah sesuai aturan.

Menurut dia, sejak awal ditetapkan sebagai pemenang, seharusnya perusahaan (rekanan) membuat mekanisme, jadwal dan persyaratan penawaran iklan pilkada serta diumumkan secara terbuka.

”Di sana dicantumkan kapan (waktu) pembukaan, persyaratan yang harus dipenuhi perusahaan yang mengikuti lelang dan kapan ditutup. Tujuannya agar publik tidak curiga dan bertanya-tanya. Kalau tiba-tiba dikatakan sudah ditutup, tanpa publik tahu kapan dibukanya penawaran, ini yang tidak benar,” ujar Mahyudin, di Pekanbaru, Senin (30/11/2015) sore.

Mahyudin juga mengatakan, KPU seharusnya memahami bahwa pilkada merupakan helat publik yang sekecil apapun keputusan atau kebijakan yang buat, publik berhak mengetahuinya. ”Karena pilkada adalah helat kita, maka jangan sampai ada yang disembunyikan!” tandas Mahyudin.

Pada bagian lain dia mengingatkan, pemilu atau pilkada merupakan gawe 2 institusi. Pertama, KPU sebagai penyelenggara, dan kedua Bawaslu sebagai pengawas. ”Semakin tinggi partisipasi publik, justru semakin bagus. Tujuan beriklan itu kan agar publik mengenal calon dan tahu kapan jadwal pemilihan. Efeknya, publik pada hari ’H’ beramai-ramai datang ke TPS. Kalau publikasinya ’diam-diam’ malah jadi aneh,” ujarnya.

Sekretaris KPU Pelalawan Gelagapan
Seperti telah diberitakan potretnews.com, beberapa saat lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pelalawan, Riau, terkesan seperti ”diam-diam” dalam mempublikasi penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah serentak tahun 2015.Setelah cukup lama menunggu dan gagal memperoleh keterangan dari Ketua KPU Pelalawan Nazaruddin MH, karena tak kunjung dijawabnya konfirmasi potretnews.com soal ini, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat (SMS), akhirnya Sekretaris KPU setempat, Sapran Daulay memberi penjelasan.

Sapran menyebut, pemenang tender lelang publikasi penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Tahun 2015 yang diikuti oleh 2 perusahaan adalah CV Tuah Palimo. ”Tendernya dilaksanakan beberapa waktu lalu,” kata dia, tanpa menjelaskan secara rinci.

Namun yang aneh, meski Sapran telah membeberkan CV Tuah Palimo sebagai pemenang lelang, tetapi KPU ternyata masih ”ikut campur”untuk menentukan di media massa mana saja iklan tersebut dipasang. Tidak hanya itu, proposal penawaran dari media, juga dimasukkan lewat lembaga penyelenggara pemilu ini, bukan ke CV Tuah Palimo.

”Media massa memasukkan proposal penawaran kepada kita. Tapi sekarang sudah ditutup. Nanti kita musyawarahkan di media mana iklan itu diterbitkan,” ujar Sapran, di Pangkalankerinci, Senin (30/11/2015).

Sapran seperti gelagapan menjawab saat ditanya mengapa KPU masih melibatkan diri mengurusi soal itu, padahal perusahaan yang mengatur penerbitan iklan pilkada di media massa, sudah ditetapkan. Dia juga tak bisa menjelaskan kapan penawaran iklan pilkada dibuka untuk media massa, padahal oleh Sapran dinyatakan sudah ditutup.

Ketika ditanya mengapa tender iklan pilkada dilakukan seperti ”diam-diam” dan banyak perwakilan media di daerah ini yang tidak mengetahuinya, Sapran juga tidak bisa menjelaskan secara terang-benderang.

Dia hanya membeberkan anggaran untuk dana publikasi di media massa sebesar Rp672 juta dan yang dilelangkan Rp260 juta. Sisanya, dikembalikan ke kas negara.

Hingga berita ini diterbitkan, potretnews.com masih berupaya keras mengkonfirmasi ke pemenang tender. Masalahnya, siapa Direktur atau Penanggung Jawab CV Tuah Palimo, dan di mana kantornya, potretnews.com belum memperoleh informasi. Karena kiprah perusahaan tersebut, selama ini, tak pernah terdengar di Kabupaten Pelalawan.

Aksi ”diam-diam” KPU Pelalawan ini kian sempurna setelah sebelumnya mencetak surat suara lewat penunjukan langsung ke perusahaan percetakan yang diduga tak memiliki sertifikasi security printing dari Badan Intelijen Negara (BIN), yakni CV AN.

”Kebijakan KPU Pelalawan patut dipertanyakan dan ditelusuri karena seperti ada ’sesuatu’ yang disembunyikan. Di era keterbukaan publik, mengapa lembaga sekelas KPU masih nekat melakukan aksi ’diam-diam’. Ada apa di balik ini?” ujar salah seorang wartawan yang menolak namanya ditulis, secara terpisah. ***

Kategori : Pelalawan, Politik
wwwwww