Home > Berita > Umum

YLKI Serukan Boikot Produk Perusahaan Pembakar Hutan

YLKI Serukan Boikot Produk Perusahaan Pembakar Hutan

Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Sumatera Selatan melakukan aksi mengajak masyarakat untuk memboikot produk-produk perusahaan perusak dan pembakar hutan dan lahan di Palembang, baru-baru ini.

Senin, 26 Oktober 2015 10:55 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyerukan aksi boikot terhadap produk-produk yang dihasilkan perusahaan pembakar lahan dan hutan."Kami menyerukan pada masyarakat memboikot produk yang diproduksi oleh priodusen yang terbukti melakukan pembakaran hutan," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Minggu, 25 Oktober 2015.

Tulus menjelaskan, aksi boikot merupakan instrumen hukuman sosial bagi produsen nakal yang terbukti merusak lingkungan. "Konsumen punya tanggung jawab moral untuk tidak mengkonsumsi produk dari produsen perusak lingkungan," ujarnya. Untuk itu, ia mendesak pemerintah membeberkan nama-nama perusahaan yang terbukti merusak lingkungan.

Menurut Tulus, bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Hingga saat ini, bencana itu telah merenggut 10 korban jiwa dan menyebabkan setengah juta masyarakat terpapar penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). "Sementara pemerintah masih kedodoran mengatasi bencana," ujarnya.

Tulus juga meminta masyarakat tak berpangku tangan merespon musibah tersebut. Partisipasi masyarakat perlu dibangun untuk meringankan penderitaan masyarakat yang terpapar kabut asap. Bantuan berupa natura, masker, obat-obatan, dan makanan dapat disalurkan lewat posko-posko yang menjadi mitra YLKI di beberapa kota.

"Masyarakat tak boleh mengandalkan peran pemerintah saja. Pemerintah terbukti sudah tidak mampu mengatasi sendirian, kendati sudah dibantu oleh asing. Oleh karena itu, YLKI beritikad untuk berkontribusi membuka Posko Bantuan Bencana Asap, dengan mengajak masyarakat menyalurkan bantuannya via YLKI, untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban," kata Tulus. ***

(M Yamin Indra)
Sumber:Tempo.co
wwwwww