PotretNews.com Minggu 22 Juli 2018

Saatnya Menikmati Wisata Alam Indragiri Hilir, Begini Potretnya

Saatnya Menikmati Wisata Alam Indragiri Hilir, Begini Potretnya

Air Terjun 86. (foto: riau.go.id)

Sabtu, 28 November 2015 09:39 WIB
TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Kabupaten Indragiri Hilir masuk wilayah Provinsi Riau yang strategis dan berhadapan langsung dengan Pusat Pengembangan Pariwisata Internasional, seperti Singapore dan Malaysia.Wilayah ini juga tidak jauh dengan pusat pengembangan pariwisata nasional seperti; Pulau Batam, Pulau Bintan, Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun serta Tanjungbatu Kundur.

Negeri berjuluk ”Negeri Seribu Jembatan” (dulu Negeri Seribu Parit, hehehe...) mempunyai potensi obyek wisata dan daya tarik wisata yang tak kalah menariknya. Pasti kalian bertanya tanya apa saja pariwisata yang ada di Indragiri Hilir?

Beberapa tempat wisata yang ada di antaranya;

Ads
Air Terjun 86 dan Bukit Berbunga
Air terjun yang mempunyai ketinggian 50 meter ini dinamakan Air Terjun 86 karena lokasinya terletak di kilometer 86 jalan raya lintas timur Sumatera meskipun tidak terlihat tinggi tapi memiliki ke unikan tersendiri.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/28112015/potretnewscom_ksy8h_82.jpg
em>Air Terjun 86 dan kawasan Bukit Berbunga. (foto: sinarpaginews.com) 

Obyek wisata ini dapat dicapai melalui perjalanan sejauh 14 Km melewati jalan tanah dengan mengendarai sepeda motor atau jeep. Di Desa Selensen terdapat sebuah shelter dengan pemandangan sekelilingnya yang indah berupa bangunan rumah adat melayu yang juga dinamakan pesanggrahan.

Obyek wisata Bukit Berbunga yang sejuk sering kali diselimuti kabut tebal. Di puncaknya terdapat camping ground. Panorama alam dan perkampungan di sekitar kaki bukit dapat terlihat dari sisi tebing bukit yang berupa singkapan.

Jalan setapak untuk mencapai puncaknya cukup berliku dan cenderung terjal, sangat cocok untuk pencinta alam dan pengunjung yang menyukai cross country. Terletak di selatan Desa Batu Ampar, 4 Km dari Selensen, Ibu Kota Kecmatan Kemuning. Bagi Anda yang penasaran ingin merasakan keindahan Air Terjun 86 serta merasakan sejuknya Bukit Berbunga dan juga melihat keindahan rumah adat Melayu buruan pergi ke Indragiri Hilir untuk melihat keindahanya dan juga melihat ke unikan rumah adatnya.

Wisata Religi Makam Syekh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari 
Wilayah ini populer dengan sebutan Kuindra (singkatan). Kecamatan yang beribu kota Sapat ini, dapat dicapai dalam waktu 15 menit dengan menggunakan speedboat yang berangkat setiap jam dari Tembilahan.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/28112015/potretnewscom_mdtjn_83.jpg
Inilah makam berikut foto Syekh Abdurrachman Siddiq Al-Banjari. (foto: cinta-wali.blogspot.com)

Karena Kuindra letaknya di seberang Tembilahan, orang-orang biasanya menyeberangi Tembilahan mengunakan speed boat atau sering di sebut orang sana pompong. Sebelum kita mengetahui lebih lanjut mendingan kita mengetahui asal usulnya dulu.

Pada akhir abad ke-19, di Sapat hidup seorang mantan Penasihat Kerajaan Indragiri, Syekh Abdurrachman Siddiq yang wafat pada tahun 1939 dan dimakamkan di hidayat, tidak jauh dari Sapat letaknya. Salah satu tokoh sentral penyebar agama Islam yang kharismatik setingkat dengan wali di Indragiri Hilir.

Beliau dikenal sebagai sastrawan Islam yang andal. Salah satu syair karyanya yang sering dipakai sebagai media dakwah sampai sekarang adalah ”Kabar tentang Hari Kiamat”.

Salah satu kebudayaan Sapat ialah atraksi budaya Suku Laut. Adalah pemandangan menakjubkan melihat mereka beramai-ramai dengan lincahnya menggunakan sepotong papan meluncur di permukaan lumpur sambil mengumpulkan kerang segar yang sebagian untuk dimakan dan sebagian dijual ke pasar.

Sebagai masyarakat nelayan, tradisi ini merupakan mata pencaharian mereka dan sudah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. Waaaww pasti menakjubkan bukan?... melihat atraksi yang berbeda yang selama ini kita ketahui bahwa meluncur itu dengan mengunakan ombak tapi kali ini mengunakan lumpur dengan menggunakan sepotong papan.

Pastia Anda lebih penasaran lagi kan ingin melihat keunikan kebudayaan ini atau sering di pakai sebagai mata pencaharian mereka.


Pantai Solop di Mandah, Panorama Hutan Bakau nan Mempesona
Pantai Solop merupakan objek wisata di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang paling ramai dikunjungi, terutama pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/28112015/potretnewscom_7mgfh_84.jpg
Pantai Solop yang akhirnya menjadi judul lagu dinyanyikan mantan Gubernur Riau HM Rusli Zainal. (foto: ardiansyahjulor.blogspot.com)  

Pantai berpasir putih ini terletak di Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir. Untuk mencapai Pantai Solop kita harus menggunakan speed boat dari Kota Mandah dengan waktu tempuh sekitar 20 menit atau dari Kota Tembilahan, ibukota Indragiri Hilir, dengan waktu tempuh 90 menit.

Selain menikmati keindahan hamparan pasir putih, di Pantai Solop ini pengunjung juga bisa menikmati pesona hamparan mangrove (hutan bakau) seluas 40 kilmeter persegi. Kawasan hutan bakau yang mengelilingi Pantai Solop ini dikabarkan merupakan hutan bakau terindah di Indonesia.

Sambil menyusuri pasir putih Pantai Solop dengan berjalan kaki, kita pun bisa menikmati keindahan pulau-pulau kecil yang berada di depannya.

Menerobos Lumpur dengan Sampan Leper
Perahu yang digunakan juga berbeda dari perahu kebanyakan, dasar perahu berbentuk segitiga agar mudah memecah massa air. Perahu ini justru dasarnya datar atau disebut disana dengan leper. Hebatnya, sampan ini tidak hanya bisa digunakan di atas air, namun juga di atas lumpur bahkan di atas pasir. Meski sederhana, perahu unik ini selain menjadi daya tarik pariwisata, namun juga sudah menjadi bagian hidup masyarakat Inhil masa lalu. ***

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/28112015/potretnewscom_uzzds_85.jpg
Pacu Sampan Leper. (foto: tribunpekanbaru.com) 

Narasi:
mnurdin

loading...
Kategori : Wisata
Sumber:www.kompasiana.com
PMB Unilak 2018/2019
wwwwww